Kamis, 16 Juli 2015

Kuasa Tuhan Yesus dibalik Tsunami Aceh 2004


Cerita ini adalah kisah nyata dan rahasia di balik terjadinya tsunami Aceh dengan kesaksian 400 orang umat Kristen bahwa kisah ini sungguh terjadi...

Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini. Sampai kapanpun orang tidak akan pernah lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya.Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman modern.




Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain. Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan.

Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dahsyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di jaman itu.

Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.

“Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru-Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah disini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya disini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu”

Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas. Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang Kristen itu untuk tidak merayakan Natal. Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata:

“Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami. Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”

Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata:

Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?

Tetapi orang-orang Kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota. Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”

Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua. Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan. Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar. Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal.

Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali. Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya. Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu.

Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur. Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu TUHAN YESUS datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata:

“Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala. Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”

Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “Sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”. Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu. Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan.

Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.

Minggu, 23 Maret 2014

PEC (PASS Education Center)

Syaloomm.. :)
Lama gk kluar ni.. :)

Buat siswa2 di kota solo, ada kabar gembira ni..:
sbntar lg PASS (Persekutuan Antar Siswa Surakarta) akan Bimbel ni, untuk membangun pendidikan di kota Solo. Dibuka bulan ini lho... :D
dan ada info lg ni, tahun ini akan ada Student Celebration 2014 lho...
di bawah ini ni infonya:

PEC ( PASS Eeducation Centre ) bulan ini mau buka bimbel. .untk SMP / SMA /SMK. . untk MAPEL MAT. B.Inggris . IPA KIMIA, FISIKA, BIO ,kapasitas 3 kelas 1 kelas ada 10 total 30 peserta...dan Student CElebration bulan agustus. yang direncanakn sebelumnya ad Festifal Musik Rohani Siswa se karisidenan Surakarta..

Semoga memberkati..
Jbu.. :)

Senin, 24 Februari 2014

Aku dan Keluargaku diselamatkan

Aku dan Keluargaku diselamatkan
ini ada salahsatu video yang memberkati saya gan.
semoga memberkati agan2 juga.
Terimakasih.
Tuhan memberkati. :)

Ajaran Gereja Sekarang

Sekarang ini banyak sekali ajaran gereja yang hanya memberitakan berkat, tetapi tidak pernah samasekali saya mendengar kotbah di suatu gereja yang memberitakan tentang risiko iman atau risiko menjadi pengikut Yesus.

Kenapa bisa seperti itu? Ya, apalagi kalau bukan karena gereja itu takut kehilangan jemaat..? Padahal kita ketahui bahwa jemaat itu adalah kepunyaan Allah. Tugas gereja hanya untuk menggembalakan dan mempersatukan, tapi malah sebaliknya, gereja sekarang malah saling bersaing merebutkan jemaat seolah-olah gereja mana yang paling banyak jumlah jemaatnya dia yang menang.
Apakah itu bisa dikatakan sebagai tugas gereja?

Matius 28:19-20 jelas mengatakan
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Tuhan Yesus mengatakan "jadikanlah semua bangsa murid-Ku", tapi justru malah mereka menjadikan jemaat itu murid gereja tersebut dengan memberitakan doktrin-doktrin yang menyimpang dari Alkitab.

Dan bahkan gereja tersebut memaksakan suatu ayat untuk memberitakan berkat, padahal sudah jelas konteksnya berbeda. Seperti:
- Saat bangsa Israel dalam perbudakan Mesir = pada saat kita dalam perbudakan hutang
- Saat bangsa Israel di padang gurun (makan manna yg dr Tuhan) = saat kita mendapat berkat dari Tuhan
- Saat bangsa Israel di Tanah Kanaan  = hukum tabur tuai (karena walaupun tanah kanaan sangat subur tetapi kalau tidak ditanami suatu biji tidak akan tumbuh apa-apa).

Apa seperti itu ajaran gereja yg sebenarnya? memang sederhana, tapi sangat berbahaya untuk jemaat yang tidak tahu / kurang tahu tentang FT, apalagi ini berbicara dengan konteksnya.

Berhati-hatilah dengan ajaran gereja saat ini Saudara2, dan tetap berpegang teguh pada FT, karena itu adalah pedoman hidup kita sebagai pengikut Yesus.

Semoga memberkati.
Terimakasih.
Tuhan Yesus Memberkati. :)

sedikit meluruskan tentang persembahan dan atau benih iman..

Apa tujuan kita memberikan persembahan?? Benih Iman??

supaya diberkati?? supaya dianggap peduli dengan pelayanan?? formalitas?? supaya dilihat berjasa??? supaya dilihat mampu memberi?? karena disuruh?? karena kerinduan hati kita?? karena ingin menyatakan kasih kita kepada Allah??

Firman Tuhan menuliskan :

Matius 6:1-4
6:1 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
6:2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
6:4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Lalu darimana motivasi yg salah dalam memberi itu muncul..

"Kuatir"

kuatir g bisa mencukupi kebutuhan pribadi jika memberi, Kuatir dianggap pelit klo g memberi, kuatir dianggap kurang rohani, kuatir karena ini..., kuatir karena itu... bla...bla...bla...

Hal tersebut yg membelokkan motivasi saudara dalam menabur... dan yang namanya kuatir itu adalah DOSA !!!, karena jika saudara kuatir tentang kebutuhan saudara, maka bisa jadi saudara juga kuatir tentang keselamatan saudara.. apakah itu tidak berbahaya.. karena saat seseorang merasa kuatir maka ia kehilangan IMAN percaya kepada Tuhan Yesus dan damai sejahtera.

Ubah sudut pandang saudara sesuai dengan Firman Tuhan.

Matius 6 :19-24
6:19 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
6:22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
6:23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.
6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Jadi jika cara pandang seseorang tentang memberi dan harta masih sama dengan orang yg tidak tinggal di dalam Tuhan- (Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.) -betapa gelap hidup orang itu,..

Hilangkan rasa kuatir yg membelokkan motivasi dan tujuan pelayanan kita..

Firman Tuhan mengatakan :

Matius 6:25-27
6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

sekali lagi Firman Tuhan Katakan:

Matius 6 : 31 - 33
6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Hilangkan kekuatiran dalam diri Saudara, supaya motivasi kita benar dihadapan Tuhan dalam melayani dan memberi. supaya jangan sampai iblis menyesatkan kita...